Cara baca bahasa Inggris yang benar
Bahasa Indonesia dibaca persis seperti ditulis, jadi wajar kalau kita membaca bahasa Inggris dengan cara yang sama. Masalahnya, bahasa Inggris tidak bekerja seperti itu. Karena itu, kita sering tahu ejaan sebuah kata tapi tidak mengenalinya saat mendengarnya. Sebelum bisa mengucapkan dengan benar, kamu perlu mendengar dengan benar.
Kenapa bahasa Inggris tidak dibaca seperti ditulis
Huruf a yang sama dibaca berbeda di cat, car, cake dan about. Ada huruf yang tidak dibaca sama sekali: k di know, b di climb, gh di night. Lima huruf vokal dipakai untuk sekitar dua puluh bunyi vokal.
Jadi, daripada menghafal cara baca setiap kata, lebih berguna mengenali bunyi-bunyi yang sering muncul, dan selalu mengecek kata baru dengan audio. Menulis cara baca dengan ejaan Indonesia (“tenkyu”) boleh untuk awal, tapi banyak bunyi bahasa Inggris tidak bisa ditulis dengan huruf Indonesia.
Bunyi yang sulit bagi orang Indonesia
- th: think bukan “tink”, this bukan “dis”. Ujung lidah keluar sedikit di antara gigi.
- f, v dan p: very bukan “feri” atau “peri”, coffee bukan “kopi”. Untuk f dan v, gigi atas menyentuh bibir bawah; v bersuara, f tidak.
- z: zoo dan zero dimulai dengan bunyi seperti s tapi bersuara, bukan “su” atau “jero”.
- Vokal panjang dan pendek: ship dan sheep, full dan fool, bed dan bad. Dalam bahasa Indonesia panjang vokal tidak mengubah arti, dalam bahasa Inggris bisa.
- Akhiran dan gugus konsonan: asked, months, worked. Jangan hilangkan konsonan terakhir, dan jangan tambahkan vokal di antaranya.
Tekanan kata dan bunyi e pepet
Dalam kata bahasa Inggris, satu suku kata diucapkan lebih kuat: PHOtograph, tapi phoTOgraphy. Kalau tekanannya salah, kata yang kamu kenal pun terdengar asing. Dalam kalimat, kata penting diucapkan kuat, sedangkan kata kecil seperti a, to, of dan and diucapkan sangat lemah.
Kabar baiknya, orang Indonesia sudah mengenal bunyi lemah itu: e pepet, seperti e pada “senang” atau “emas”. Bunyi yang sama (dalam bahasa Inggris disebut schwa) ada di about, banana dan di kata-kata kecil yang sering terlewat saat mendengar.
Belajar pengucapan lewat mendengar: dikte
Dalam dikte, kamu mendengar kalimat, menulis apa yang kamu dengar, lalu membandingkan. Kalau kamu menulis ship padahal yang diucapkan sheep, atau work padahal worked, kamu tahu persis bunyi mana yang perlu dilatih.
Setelah memeriksa, ucapkan kalimatnya dengan keras sambil meniru irama audio. Dengan beberapa menit setiap hari, dalam beberapa minggu kamu akan mengenali bunyi-bunyi ini juga di kalimat baru.
Pertanyaan tentang pengucapan bahasa Inggris
Belajar pengucapan dulu atau listening dulu?
Keduanya berjalan bersama, tapi mendengar biasanya lebih dulu. Bunyi yang tidak bisa kamu bedakan saat mendengar juga sulit kamu ucapkan. Dengarkan dan tulis dalam dikte, lalu ucapkan dengan keras: dua-duanya terlatih.
Harus pakai aksen Amerika atau British?
Pilih yang paling sering kamu dengar dan sukai, lalu konsisten. Yang lebih penting dari aksen adalah bunyi yang jelas dan tekanan kata yang tepat, supaya orang lain mudah mengerti.
Apakah menulis cara baca dengan huruf Indonesia salah?
Tidak salah sebagai pengingat di awal, tapi banyak bunyi seperti th, v, z dan vokal panjang tidak bisa ditulis dengan huruf Indonesia. Selalu cocokkan dengan audio.