Akhiran -ed dan -s: ikuti bunyi terakhir
Pengucapan akhiran bergantung pada bunyi terakhir kata dasar, bukan huruf terakhirnya. Akhiran singkat bisa menandai bentuk lampau, jumlah jamak atau bentuk verba. Jangan menambahkan satu suku kata pada semua -ed.
Tiga bunyi -ed
Sesudah /t/ dan /d/, tambahkan suku kata /ɪd/: wanted, needed. Sesudah konsonan tak bersuara lainnya, /t/: worked, stopped, laughed, washed. Sesudah vokal dan konsonan bersuara lainnya, /d/: played, cleaned, lived. Worked satu suku kata. Aturan ini untuk verba beraturan, bukan otomatis semua kata sifat.
Tiga bunyi -s dan -es
Sesudah /s, z, ʃ, ʒ, tʃ, dʒ/, bunyinya /ɪz/: buses, wishes, watches. Sesudah konsonan tak bersuara lain /p, t, k, f, θ/, /s/: cats, books, laughs. Sesudah vokal dan konsonan bersuara lain, /z/: keys, dogs, runs. Ejaan -es tidak selalu berarti tambahan suku kata.
Dari aturan ke kalimat
Bandingkan I work here dengan I worked here: kalimat kedua menambah konsonan, bukan suku kata. Setelah dikte, kelompokkan kesalahan menjadi bentuk lampau, jamak atau ejaan. Dengarkan kembali dengan teks yang benar lalu tanpa teks. Jangan menulis akhiran hanya berdasarkan dugaan tata bahasa.
Pertanyaan tentang akhiran
Mengapa laughed berakhir /t/?
Laugh berakhir dengan bunyi tak bersuara /f/. Bunyi itulah dasarnya, bukan huruf gh.
Apakah semua bentuk lampau memakai -ed?
Tidak. Bentuk tak beraturan seperti went dan bought perlu dipelajari terpisah.